
Keburukan itu bersumber dari kebodohan dan hawa nafsu
Keburukan itu berasal dari kebodohan dan ke zoliman kerena orang tidak akan melakukan keburukan kecuali karena tidak tahu kepada keburukan itu sendiri atau karena nafsu dan kecondongan pada yang buruk. Orang tidak akan meninggalkan kebaikan kecuali karena ketidaktahuannya bahwa itu wajib atau karena ia tidak senang pada kebaikan. Pada hakekatnya semua keburukan itu kembali pada kebodohan. Karena orang yang memiliki ilmu akan tahu itu akan membahayakanya. Oleh karena itu dia tidak tertarik melakukanya. Inilah keistimewaan orang berakal. Dan orang berilmu akan tahu bahwa keburukan itu akan membahayakan baginya. Seperti diam ditempat tinggi atau menyelam sungai.
Dan orang yang tidak berilmu seperti anak kecil, orang yang gila, orang lupa dan orang lalai, tidak akan tahu bahwa itu semua membahayakanya. Oleh karena itu mereka melakukanya.
Begitu juga dengan Sang penimbun Masker: Apabila penimbun masker itu tahu bahwa jika ia tertangkap ia akan di penjara bahkan yang lebih bahaya lagi kemungkinan ia akan dihakimi oleh masyarakat yang tidak suka dengan dirinya, jika ia tahu resiko itu semua tentu ia tidak akan melakukanya. Begitu juga siksa : Apabila pelaku dosa tahu bahwa dosa yan dilakukannya itu akan mendatangkan bahaya baginya, maka dia tidak akan melakukanya . Kadang-kadang orang tidak tahu bahwa itu haram dan tidak tahu akibat yang akan ditimbulkannya.
Oke kembali lagi dengan pembahasan, Hawa nafsu sendiri tidak akan mengakibatkan jelek kecuali nafsu itu disertai kebodohan orang yang memiliki nafsu. Jika orang tahu bahwa kejelekan itu akan membahayakan pada dirinya, maka orang itu akan menghindarinya. Karena Allah menjadikan jiwa yang senang kepada yang bermanfaat dan benci pada sesuatu yang membahayakannya.
Oleh karena itu manusia mempunyai sifat orang yang berakal, bernapsu, dan berhajat. Siksa yang besar itu datangnya dari setan bukan dari jiwa, karena setan telah menguasai jiwa itu untuk berbuat kejelekan.
Lalai dan Nafsu Merupakan Sumber Keburukan
Lalai dan nafsu merupakan pangkal dari keburukan. Seperti yang telah difirmankan oleh Allah SWT: " Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan keadaanya telah melampau batas " (QS. al-Kahfi: 28). Dari firman Allah swt tadilah kita dapat mengambil sebuah pelajaran, bahwa orang-orang yang melakukan sebuah kemungkaran itu adalah orang-orang yang telah lalai hatinya dari allah swt, seperti orang-orang yang rela menimbun masker untuk mendapatkan keuntungan yang lebih, padahal hal tersebut merugikan orang lain, dimana banyak orang yang tidak sanggup membeli masker tersebut dengan harga yang mahal dikarenakan masker-masker yang langkah akibat ditimbun tadi.Oke kembali lagi dengan pembahasan, Hawa nafsu sendiri tidak akan mengakibatkan jelek kecuali nafsu itu disertai kebodohan orang yang memiliki nafsu. Jika orang tahu bahwa kejelekan itu akan membahayakan pada dirinya, maka orang itu akan menghindarinya. Karena Allah menjadikan jiwa yang senang kepada yang bermanfaat dan benci pada sesuatu yang membahayakannya.
Oleh karena itu manusia mempunyai sifat orang yang berakal, bernapsu, dan berhajat. Siksa yang besar itu datangnya dari setan bukan dari jiwa, karena setan telah menguasai jiwa itu untuk berbuat kejelekan.
"Terimakasih untuk teman-teman yang telah berkunjung ke pusatperadapan.blogspot.com harapan kami teman-teman dapat menyimpulkan apa isi dari artikel ini di kolom komentar dan membagikan ke teman-teman lainya."
Komentar
Posting Komentar