Bissmillahirohmannirohim.
Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh, terimakasih untuk sahabat-sahabat semuanya yang telah mampir dalam artikel singkat ini semoga bermanfaat, disini penulis ingin membahas sebuah keutamaan ilmu yang penulis kutip dari buku Tazkiyatun Nafs Konsep Penyucian Jiwa Menurut Ulama Salafushshalih.
Rosullulah Saw bersabdah :
"Barang siapa yang dikehendaki kebaikanya oleh Allah, Dia akan memahamkannya tentang perkara agama"
"Barangsiapa menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu , Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga"
Kata menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu dalam hadist diatas, mengandung arti menempuh jalan untuk mendapatkan ilmu dalam majelis-majelis ilmu para ulama, dan juga menempuh jalan maknawi untuk mendapatkan ilmu seperti menghafalnya dan mengkajinya. Kata allah memudahkan baginya menuju surga bisa berarti Allah azza wa jalla memudahkan baginya ilmu yang ia pelajari. Ia menempuh jalan dan Ia memudahkanya.
Ilmu adalah jalan menuju surga. Ini seperti penuturan sebagian salaf, " Setiap orang menuntut ilmu itu pasti ditolong".
Kata tersebut bisa berarti jalan menuju surga pada hari kiamat, yaitu shirath, termasuk apa-apa yang terjadi sebelumnya, dan apa-apa yang terjadi sesudahnya.
Selain itu, ilmu menunjukan tentang Allah azza wa jalla dari jalan yang paling dekat. Barang siapa menempuh jalan ilmu ia akan sampai kepada Allah azza wa jalla dan kepada surganya dari jalan yang paling dekat. Ilmu juga menjadi penerang dalam gelapnya kejahiliahan, keragu-raguan dan ketidak jelasan. Itulah sebapnya allah azza wa jalla menamai kitabnya dengan An-Nur, Cahaya.
Abdullah bin Amru meriwayatkan, bahwa Rosullulah Saw bersabdah :
"Sesungguhnya Allah tidaklah mencabut ilmu langsung dari dada manusia. Tapi Dia mencabutnya dengan mewafatkan para ulama. Maka jika tidak ada lagi seorang alim pun, manusia akan mengangkat orang-orang yang bodoh sebagai pemimpin. Mereka ditanya ( dimintai fatwa). Dan mereka pun berfatwa tanpa ilmu. Mereka Sesat lagi menyesatkan".
Ubadah bin Shamit ditanya tentang hadist ini, menjawab, "Aku beritahukan kepada kalian , ilmu yang pertama kali dicabut dari manusia adalah khusuk".
Sehubungan dengan ucapan Ubadah bin Shamit ini, parlu diketahui bahwa ilmu itu ada dua. Salah satunya adalah ilmu yang buahnya ada dihati manusia. Yaitu ilmu tentang Allah azza wa jalla, nama-namaNya, sifat-sifatnNya dan perbuatan-perbuatanNya yang menuntut rasa takut , kecintaan dan ketaqwaanya kepadanya. ini adalah ilmu yang bermanfaat.
Ibu Mas'ud Radhiyallahu Anhu berkata :
"Sungguh, ada segolongan kaum yang membaca Al-Quran, tetapi bacaan mereka tidak sampai ke tenggorokan mereka. Andai saja bacaan itu masuk ke dalam hati, terhujam ke dalamnya, pastilah ia bermanfaat".
"Ilmu itu ada dua; Ilmu di lidah yang akan menghujat anak adam, seperti tersebut dalam hadist, Al-Quran itu akan menjadi hujjah bagimu atau menghujatmu dan imu dalam hati. Ilmu inilah yang bermanfaat".
Ilmu yang pertama-tama dicabut adalah ilmu yang bermanfaat yaitu ilmu batin ilmu yang dapat memperbaiki dan meluruskan hati. Sisanya ilmu lisan, yang orang-orang pun meremehkannya dan tidak mengamalkannya hal-hal yang menjadi tuntunnanya. Lalu ilmu ini pun hilang dengan kematian pemiliknya. Ahirnya menjadilah kiamat, ketika penduduk bumi menjadi sejahat-jahatnya makhluk.

Barakallahu fiiki jika kamu perempuan, barakallahu fiika jika kamu laki-laki. Semoga tulisan-mu bisa menjadi penolong di yaumul akhir kelak, meskipun hanya satu insan pun yang tersadarkan akan tulisan-mu.
BalasHapusBolehlah mampir juga ke blog-ku, terimakasih..
Jejakmusafirbumi.blogspot.com
Aminn, jazakumullah khairan katsir.
BalasHapus