Cheng Ho merupakan seorang penjelajah asal Cina, yang menjelajah benua Asia dan Afrika Cheng Ho juga seorang penjelajah dengan kapal terbanyak di sepanjang sejarah dunia. Bahkan hingga saat ini, tidak ada kapal kayu yang lebih besar dan paling banyak selain kapal yang dipimpin oleh Laksamana Cheng Ho.
Cheng Ho lahir tahun 1371, di Provinsi Yuhan, Cina. Nama yang diberikan kedua orang tuannya saat itu adalah Ma He. Ayah Cheng Ho merupakan seorang petugas Desa. Keturunan mereka berasal dari suku Hui yang sebagian besar beragama Islam. Ayah Cheng Hoi yang pernah naik haji saat berusia muda, ia lalu mengajarkan putranya, Ma He atau Cheng Ho bahasa Arab hingga mahir.
Kaesar pada saat itu, adalah Kaisar Zhul Di. Cheng Ho adalah orang yang sangat dipercayai oleh kaesar Zhu Di. Ia juga banyak membantu Kaesar maupun setalah menjadi kaesar untuk membangun negara. Kaesar Zhu di juga yang memberikan nama Cheng Ho atau Zheng He. Hingga Mahe labih dikenal laksamana Cheng Ho.
Karena Cheng Ho merupakan seorang yang sangat pandai berdiplomasi, Kaisar Zhu mengangkatnya sebagai pemimpin pelayaran. Ekspedisi itu dilakukan dengan sebuah armada yang besar dan kuat, untuk menemukan benua-benua lain di muka bumi.
Dibawah pimpinan Cheng Ho, pasukan Kaisar Zhu mampu membuat 250 kapal harta, 1350 kapal prajurit, 1350 kapal tempur, 400 kapal barang, dan banyak kapal lainya dengan ukuran besar dan kecil.
Pelayaran Pertama pun dimulai. Laksamana Cheng Ho membawa serta penulis hebat untuk menulis kejadian apapun selama perjalanan pertama. Tujuan pelayaran pertama ini cukup banyak, diantara untuk kepentingan perniagaan, diplomasi politik, kemaratiman, farmasi, pangan, tekstil, dan keramik.
Kapal yang dinakhodai oleh Laksamana Cheng Ho, memiliki panjang sekitar 120 meter ( 400 kaki) dan Lebar 50 meter (160 kaki). Panjang kapalnya 5 kali lepat lebih panjang dari Vasco Da Gama, yang memiliki panjang 23 meter, dan Lebar sekitar 5 meter.
Kapal besar milik Cheng Ho juga 5.3 kali jauh lebih besar dibandingkan kapal " Santa Maria" milik Christopher Colombus, yang memiliki panjang 75 kaki dna lebar 25 kaki. Selain armada yang dimiliki Chneg Ho seratus kaki lebih banyak dibandingkan armada yang dimiliki Colombus. Meskipun begitu, sejarah lebih banyak mencatat nama Colombus dibandingkan dirinya.
Laksanama Cheng Ho membawa kapal harta yang mampu menampung berat hingga 7000 ton. Kapal kuda yang mengangkut pasukan berkuda. Perbekalan selama perjalanan, yang terdiri dari ribuan ton makanan, sayur mayur dan daging. Kapal prajurit yang berisi prajurit. Kapal yang membawa air bersi untuk keperluan seluruh armada, dan lain-lain.
Orang-orang yang tidak luput dalam ekspedisi yang dipimpin laksamana Cheng Ho, di antarannya 30.000 pelaut, pejabat Ming Yang jumlahnya ratusan, para ahli feng shui, 180 orang tabib, para pembuat layar, pandai besi, tukang kayu, navigator, penjahit, ahli perbintangan, pembuat peta, koki, ahli tanaman, dan penerjemah dengan latar belakang berbeda dan dari berbagai agama.
Berbulan-bulan lamanya, Cheng Ho menemukan dataran pertama. Ia tiba di kerajaan Campa, Viertnam. Di Vietnam terjadi hubungan diplomatik, perdagangan, dan saling bertukar cinderamata.
Dari Vietnam, Cheng Ho bertolak melanjutkan perjalanan. Ia singgah di kerajaan Siam, Kelantan, dan Pahang di Kerajaan Malaka. Setelah itu Cheng Ho tiba di pulau jawa, Palembang, lalu melanjutkan perjalanan sampai ke kerajaan Samudra Pasai, di Aceh. Setelah dari aceh, Cheng Ho tiba di kerajaan Ceylon, Silanka. Setelah itu , ia kembali ke Chinauntuk melaporkan semua perjalananya pada Kaisar Zhu.
Setelah perjalanan pertama yang berhasil, Laksanama Cheng Ho melakukan ekspedisinya yang kedua dan Ketiga dengan rute perjalanan yang sama dengan pelayaran pertamany. Ia membangun hubungan baik dengan memimpin negeri yang mereka datangi.
Selama hidupnya Cheng Ho telah melakukan 7 kali pelayaran besar. Pada ekspedisi berikutnya ia juga tetap mendatangi banyak negeri, termasuk indonesia, Afrika Timur, dan Jazirah Arab. Tujuan pelayaran Cheng Ho selama tujuh ekspedisi adalah berbagai negara di asia dan afrika.
Hingga di usia semakin menua, Cheng Ho melakukan ekspedisi yang terahir, saat perjalanan pulang Cheng Ho sakit dan iapun wafat. Oleh awak kapal , Cheng Ho dimakamkan. Semua armada yang dipimpinya kembali ke China dengan hati yang sangat sedih. Karena seorang laksanama agung telah meninggalkan mereka. Cheng Ho wafat pada usia ke 62 Tahun.
Cheng Ho belayar sejak tahun 1405 sampai dengan tahun 1433. Cheng Ho meninggalkan berbagai peninggalan penting, untuk rakyat cina dan dunia. Penjelajah Cheng Ho menghasilkan peta nafigasi Cheng Ho" yang mengubah peta nafigasi dunia, hingga abat ke 15 . Cheng ho juga meninggalkan sejarah di indonesia yakni penyebaran agama islam. Cheng Ho juga merupakan pemimpin yang arif dan bijaksana. Sebab dengan banyaknya armada yang ia miliki. Cheng Ho tidak pernah menjajah negara yang ia datangi, dimanapun kapal Cheng Ho berlabuh.
Hingga di usia semakin menua, Cheng Ho melakukan ekspedisi yang terahir, saat perjalanan pulang Cheng Ho sakit dan iapun wafat. Oleh awak kapal , Cheng Ho dimakamkan. Semua armada yang dipimpinya kembali ke China dengan hati yang sangat sedih. Karena seorang laksanama agung telah meninggalkan mereka. Cheng Ho wafat pada usia ke 62 Tahun.
Cheng Ho belayar sejak tahun 1405 sampai dengan tahun 1433. Cheng Ho meninggalkan berbagai peninggalan penting, untuk rakyat cina dan dunia. Penjelajah Cheng Ho menghasilkan peta nafigasi Cheng Ho" yang mengubah peta nafigasi dunia, hingga abat ke 15 . Cheng ho juga meninggalkan sejarah di indonesia yakni penyebaran agama islam. Cheng Ho juga merupakan pemimpin yang arif dan bijaksana. Sebab dengan banyaknya armada yang ia miliki. Cheng Ho tidak pernah menjajah negara yang ia datangi, dimanapun kapal Cheng Ho berlabuh.

Komentar
Posting Komentar