Allah azza wa jalla
memberikan kesempatan kepada makhluknya untuk menentukan sebuah alur
cerita yang dimilikinya, itu biasa di
sebut dengan takdir MUALLAQ. Takdir
MUALLAQ adalah takdir / ketentuan dari Allah azza wa
jalla yang masih berjalan sehingga bisa diubah dengan ikhtiar sungguh-sungguh dan disertai dengan tawakal
kepada nya.
Semua
manusia diciptakan memiliki potensi sendiri-sendiri, ada manusia yang di
ciptakan oleh allah azza wa jalla dengan kemulyaannya yakni tidak di
perlihatkan kepada dirinya tentang kemaksiatan selama kehidupanya , ada juga
manusia yang di ciptakan di dunia dengan di berikan kepada dirinya,
perlindungan untuk tidak dapat mendengarkan sebuah kemaksiatan-kemaksiatan yang
ada di sekitarnya, dan juga ada manusia yang di ciptakan oleh Allah azza wa
jalla selama hidupnya tidak bisa mengucapkan kalimat-kalimat yang kotor dan
kalimat yang dapat melukai hati saudaranya.
Dari semua manusia yang di ciptakan Allah azza
wa jalla ada juga manusia yang diciptakan dalam kondisi dia dapat melihat segala ciptaannya , dapat
mendengarkan segala suara-suara yang ada di sekitarnya dan bisa berucap dengan
segala keinginannya, namun dari semua kenikmatan ini banyak manusia yang lupa
untuk selalu bersukur kepada Allah azza wa jalla tuhan seluruh alam semesta
ini.
Sebagai manusia sudah selayaknya kita selalu bersukur atas semua kenikmatan-kenikmatan yang allah berikan kepada kita, salah satu wujur sukur kita yakni dengan munggunakan sisa umur ini untuk beribadah kepada allah azza wa jalla dan menjadikan diri ini dapat bermanfaat dalam kehidupan ini. Untuk melatih diri ini agar dapat bermanfaat tentu harus dengan ilmu karena ketika kita beramal tanpa ilmu dapat ibaratkan seseorang yang mempunyai amalan sebanyak pepasiran di pantai, akan tetapi setelah ditimbang, dia bagaikan debu yang berterbangan, Allah azza wa jalla berfirman :
Yang artinya : Dan kami hadapi segala amal yang
mereka kerjakan, lalu kami jadikan amal itu (bagaikan) debu yang berterbangan.
[Al Furqan:23].
Dari Firman Allah azza wa jalla tadi, dapat
dijadikan renungan bagi kita agar diri ini selalu berhati-hati dalam beramal ,
jangan sampai ketika kita beramal teryata itu di murkai oleh Allah azza wa
jalla, Naudzubillah Min Dzalik, semoga Allah azza wa jalla memberikan
perlindungan kepada kita semua dari segala kebatilan dan mendekatkan diri ini kepada
nya Aminn ya roballalamin.

Komentar
Posting Komentar